Redaksi
Agus Setiawan
Sekolah hingga Perguruan Tinggi di Juga di Bandung, pria bernama lengkap Agus Setiawan ini awalnya mulai tertarik menekuni jurnalistik ketika masih kuliah di Institut Teknologi Bandung - ITB jurusan Teknik Geologi. Dimulai dengan mengikuti Ikatan Pers mahasiswa tahun 1979, rupanya tarikan jurnalistik lebih kuat ketimbang daya pikat ilmu kebumuian yang selama ini ditekuninya. Jabatan asisten di lab. Kristalogi dan tawaran dari sebuah perusahaan minyak untuk jadi ahli eksplorasi, semuanya ditinggalkannya untuk lebih menekuni dunia kewartaan.
Mula-mula di awal tahun 80-an Mas Agus sapaan akrabnya, menjadi penyiar dan redaktur di radio swasta di Bandung, sambil menulis di berbagai media cetak, setelah itu bergabung dengan Pusat Pemberitaan PRSSNI dari tahun 1985 hingga 1989. Sempat menimba ilmu jurnalistik di Jerman, dengan magang di Deutsche Welle akhir tahun 1989 hingga awal 1990 dengan beasiswa dari Carl-Duisberg Gesellschaft-CDG. Ketika itu menjadi saksi mata sejarah penyatuan kembali Jerman, dengan melakukan reportase langsung runtuhnya Tembok Berlin.
Ia sempat kembali ke Indonesia pada pertengahan tahun 1990 dan bergabung dengan harian Mandala yang ketika itu dikelola oleh KOMPAS Group. Setelah Mandala bubar, pada tahun 1991 Mas Agus lalu menjadi wartawan harian Kompas. Di sana, selain menggarap tema daerah, ia juga banyak menulis tentang musik dan budaya hingga pada tahun 1994 ia kembali terbang ke Deutsche Welle dan berkarir di Redaksi Indonesia DW hingga sekarang.
Di Deutschw Welle ia diserahi tugas sebagai penjaga gawang rubrik Sains dan Teknologi. Hingga sekarang pun ia masih dengan semangat menggeluti berbagai tema sains dan teknologiyang terus berkembang seolah tak ada habisnya. Sebuah tugas yang penuh tantangan tapi amat menarik, kalau di Jerman ibarat jantungnya perkembangan dunia. Tidak hanya itu saja, Mas Agus juga tak jarang melakukan reportase, wawancara, menyiapkan laporan aktual, merangkum warta berita, atau juga mengedit naskah online.
Berbicara tentang riwayatnya, jika kita beralih ke personalitas Mas Agus, beliau ini biasanya memiliki ekspresi serius di wajahnya, namun jangan salah, ia selalu bisa membubuhkan senyum dan tawa kepada rekan-rekannya yang sehari-hari bekerja bersama dengan dirinya.


















